Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2009

ORANG TERCINTA SUMBER BENCANA

Setelah hiruk pikuk berita tentang Manohara mereda, kita kembali dikejutkan dan dibuat tercekat oleh tragedi rumahtangga yang menimpa Cici Paramida. Beberapa tahun yang lalu, meskipun tidak memperoleh publikasi seheboh Manohara dan Cici Paramida, artis Five V dan Novia Ardhana tertimpa musibah yang sama : dianiaya oleh suami. Gizca, putri Dewi Yull dan Ray Sahetapy, menggugat cerai karena dipukul oleh suaminya.

Manohara, Cici Paramida, Five V, Novia Ardhana, dan Gizca Sahetapy hanyalah segelintir wanita-wanita yang mengalami KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Karena mereka adalah public figure, maka kasus mereka mencuat dan menjadi perhatian masyarakat. Di kalangan masyarakat biasa, wanita yang mengalami nasib sama dengan mereka tak kurang-kurang banyaknya. Mereka tak terdeteksi, tak memperoleh perhatian, dan banyak yang tak tertolong : berakhir tragis dengan kematian atau cacat sepanjang hayat.


IMG_1253

Cici dengan luka-luka di wajah dan tangannya. Siapa sangka bakal begini akhirnya …

Sungguh tragedi kemanusiaan yang sangat pedih, ketika orang-orang tercinta, pasangan hidup yang mengikatkan diri dalam sebuah pernikahan atas nama cinta, bahkan lebih sakral lagi atas nama Tuhan, ternyata justru menjadi sumber bencana dan malapetaka. Dicelakai oleh seorang musuh adalah wajar, tetapi dianiaya oleh belahan jiwa, yang seharusnya justru melindungi dan mengasihi, bagaimana akal kita bisa mencernanya?

Selama ini, banyak wanita memilih diam, tutup mulut, bahkan menutup-nutupi, ketika memperoleh perlakuan kejam dari suaminya. Sekarang, kita telah memiliki Undang-Undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Sudah saatnya bagi wanita yang mengalami KDRT untuk berani berbicara!


IMG_1252

Sebuah baliho besar di sudut perempatan. Mata dan hidung lebam, sinar mata putus asa, tetapi mulut tetap terkunci rapat. Wahai wanita korban KDRT, speak up!

(lebih…)

Iklan

Read Full Post »

DURIAN RUNTUH DAN MALL BEKAS KUBURAN

Durian diciptakan Tuhan sebagai buah yang kontroversial. Banyak orang begitu menggemarinya dan serasa naik ke surga bila menyantapnya, tapi banyak juga yang mencium baunya dari jarak sepuluh meter saja sudah kelenger. Orang yang memperoleh rejeki nomplok sering diibaratkan dengan ‘mendapatkan durian runtuh’. Sebaliknya, orang yang sial akan ditamsilkan dengan ‘kejatuhan durian’. Durian yang jatuh dari pohon adalah durian yang tua dan masak, sehingga pasti rasanya pun nyusss luar biasa. Tapi kejatuhan durian? Heuheu … membayangkan saja sudah membuat kita pingsan kesakitan.

Esplanade, gedung pertunjukan super modern di Singapura ini berbentuk buah durian tengkurep. Entah apa yang ada di benak para arsitek dari DP Architects (Singapore) dan Michael Wilford & Partners (London) sehingga memilih durian ketika mendesain Esplanade. Yang jelas pasti bukan karena mereka habis mendapatkan durian runtuh, terlebih-lebih lagi kejatuhan durian.

Esplanade dibuka pada 12 Oktober 2002, dibangun dengan biaya S$ 600 juta atau sekitar 3,6 trilyun. Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 6 hektar, menghadap ke pantai Marina Bay. Esplanade memiliki Concert Hall dengan 1.600 kursi penonton, dan stage yang mampu menampung 120 pemain musik. Juga terdapat Theatre berkonsep opera house dengan 2.000 kursi penonton, dan panggung berukuran 39 x 23 meter. Gedung theatre terdiri dari 4 tingkat, sehingga meskipun memiliki kapasitas 2.000 kursi, jarak terjauh kursi dengan panggung hanya 40 meter, masih memungkinkan bagi penonton untuk menyaksikan dengan jelas art performance di panggung.


IMG_1237

Durian ‘nyungsep’ yang luar biasa. Duri-duri runcing yang mengerikan itu membentuk sistem pencahayaan dan sirkulasi udara yang canggih (foto : Taufik Darmawan, Garuda Magazine)

(lebih…)

Read Full Post »

SINGAPURA, DISINI SINGA MENGAUM

Singapura memiliki arti ‘Kota Singa’, sehingga negara-kota ini mengambil singa sebagai simbolnya. Tapi, siapakah sebenarnya yang pertama kali menamakan kota supersibuk ini dengan Singapura?

Dialah Sri Tri Buana, atau disebut juga Sang Nila Utama, seorang penguasa dari kerajaan Sriwijaya. Pada abad ke 13, Sri Tri Buana mendarat di pulau itu, dan melihat singa disana. Ia lalu menamakan tempat itu Singapura, dari bahasa Sanskerta ‘singa’ dan ‘pura’.

Di dalam kitab Negarakertagama yang ditulis pada tahun 1365, Singapura disebut dengan Temasek (Kota Laut). Pada tahun 1390 Parameswara, penguasa dari kerajaan Sriwijaya, melarikan diri ke Temasek setelah dikalahkan oleh Majapahit. Ia mendirikan pemerintahan di Temasek, kemudian membangun kesultanan di Melaka, dan Temasek menjadi pelabuhan perdagangan penting. Pada tahun 1613 Portugis membakar pelabuhan Singapura. Semenjak itu Singapura silih berganti dikuasai oleh bangsa Eropa. Kemudian pada tahun 1819, Sir Thomas Stamford Raffles datang ke Singapura dan mulai membangun kota itu menjadi pelabuhan yang maju dan ramai.

Nah, anak-anak … cukup sekian pelajaran sejarah berdirinya Singapura. Selanjutnya Bu Guru akan cerita yang ringan-ringan saja selama melancong ke sana …

Barangkali karena menurut sejarahnya Singapura didirikan oleh para penguasa kerajaan Sriwijaya, maka orang Indonesia gemar betul jalan-jalan dan berbelanja di kota singa ini. Meskipun tak kurang-kurang juga yang datang kesana sebagai TKW …


IMG_6194

TKW di atas sedang mendapat libur dari majikan, jadi jalan-jalan deh … mejeng di depan patung singa. Huuu …. ndeso!

(lebih…)

Read Full Post »

Persahabatan

PERSAHABATAN

(Kahlil Gibran)

friendship dua telapak tangan

Sahabat adalah kebutuhan jiwa

dialah ladang hati, yang dengan kasih kau taburi

dan kau pungut buahnya penuh rasa terima kasih

dia pula lah naungan sejuk keteduhanmu

sebuah pendiangan demi kehangatan sukmamu

karena kau menghampirinya di kala hati gersang kelaparan

dan mencarinya di kala jiwa membutuhkan kedamaian.

Bila dia bicara, menyatakan fikirannya

kau tiada menakuti bisikan “tidak” di kalbumu sendiri

pun tiada takut kau melahirkan kata “ya’.

Dan bilamana ia diam, terbungkam tanpa bicara

hatimu tiada kan henti, mencoba menangkap bahasa hatinya.

Karena dalam rangkuman persahabatan

segala fikiran, harapan, dan keinginan

dicetuskan bersama dan didukung bersama

dengan sukacita yang utuh, pun tiada disimpan.

friendship dua sahabat

Di saat berpisah dengannya, kau tiada kan berduka cita

sebab apa yang paling kau kasihi darinya

amatlah mungkin lebih cemerlang dari kejauhan

sebagaimana sebuah gunung, nampak lebih agung

dari tanah ngarai dataran.

Jangan ada tujuan lain dari persahabatan

kecuali saling memperkaya kejiwaan

sebab kasih yang masih mengandung pamrih

di luar misterinya sendiri

bukanlah kasih, namun jaring yang ditebarkan

hanya akan menangkap yang tiada diharapkan.

friendship manusia salju

Persembahkanlah yang terindah demi persahabatan :

Jika dia harus tahu musim surutmu

biarkanlah dia mengenal pula musim pasangmu

sebab, siapakah sahabat itu, hingga kau hanya mendekatinya

untuk bersama sekedar akan membunuh waktu?

Carilah dia, untuk bersama : menghidupkan sang waktu!

Sebab dialah orangnya untuk  mengisi kekuranganmu

bukannya untuk mengisi keisenganmu

Dan dalam kemanisan persahabatan

biarkanlah ada tawa ria

berbagi duka dan kesenangan

sebab dari titik-titik kecil embun pagi

hati manusia menghirup fajar hari

dan menemukan gairah segar kehidupan.

IMG_0273

Read Full Post »

CUM LAUDE? UNFORTUNATELY NOT …

Percayakah anda, bahwa saya yang ditakdirkan  cemerlang (kalau habis digosok amplas), tidak lulus pada ujian pendadaran pertama di S1? Lho, kok ngangguk! Jadi anda percaya? Ah, kebangetan panjenengan iki. Lha wong saya saja ndak percaya je!

Ndak pantes banget kalau saya harus mengulang ujian pendadaran. Lha wong saya penerima beasiswa Supersemar, yang waktu itu top banget (halah!). IP selalu di atas 3 (ck, ck, ck …). Tapi itulah kenyataannya. Saya diuji empat dosen, dari jam 8 pagi sampai jam 12 siang. Setelah disuruh menunggu di luar ruang sidang selama 10 menit, saya dipanggil masuk lagi, dan dijatuhi vonis : “Saudara harus mengulang ujian!”

Gubrak!!

Lah, kalau saya memang pintar, kok nggak lulus pada ujian pertama? Soalnya, waktu itu saya masih pengantin baru, jadi nggak sempat belajar. Heueheuheu … excuse!

(lebih…)

Read Full Post »

3333

ANGKA KEBERUNTUNGAN 3333

Ngikutin Uda Vizon yang mendokumentasikan komentator ke 1000 di Surau Inyiak, dan Mbak Imelda yang mantengin laptop untuk ‘menangkap’ komentator ke 6666 di Twilight Express, pagi tadi saya menunggu selama 2 jam untuk ‘memergoki’ komentator ke 3333 di Veranda saya. Dan siapakah orang yang kepergok itu? Ternyata …. Mascayo!

Horeee!! Selamat untuk Mascayo! Karena lagi flu dan mendapat ijin nggak masuk kerja (menurut yang saya baca di blognya), rupanya pagi tadi Mascayo memanjakan diri di rumah dan jalan-jalan kesana-kemari ke blog teman-teman (sambil pakai ubel-ubel di leher mungkin ya … hihihi … ).


IMG_1173

Mascayo, cepetan kirim alamat rumah/kantor ke email saya ya. Ada hadiah gueedeee yang akan saya kirimkan (pokoknya butuh truck tronton untuk mengangkutnya).

Kepada teman-teman yang lain, yang selama ini telah setia membuang waktu mengunjungi dan meninggalkan komentar di Tuti Nonka’s Veranda, saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Komentar teman-teman sungguh membuat saya merasa bahwa saya tidak sia-sia menulis. Demikian juga, saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang lain, yang setia mampir meskipun tidak meninggalkan komentar.

Read Full Post »

Shoes With The Karet

JIKA MUSIBAH DATANG TAK TERDUGA …

Pernahkah Anda mengalami suatu musibah ketika sedang berada dalam sebuah perjalanan, musibah yang kecil-sepele, tapi bisa membuat bumi serasa gonjang-ganjing dan langit kelap-kelip? Misalnya, kancing baju yang tiba-tiba lepas benangnya, padahal anda sedang berada di sebuah forum resmi dimana anda menjadi pusat perhatian? Atau tiba-tiba tali tas anda putus padahal tas itu berisi segala macam yang sangat penting, dan sungguh merusak penampilan (sekaligus tidak elegan)  menggendong tas celaka itu karena ia tidak bisa lagi dijinjing?

Saya mengalaminya tadi siang. Ketika sedang asyik menjelajah konter demi konter di Centro Ambarukmo Plaza, tiba-tiba saya merasakan ada yang aneh dengan sepatu kanan saya. Ketika saya lihat …. aduh! Celaka 169 (13 kuadrat)!!. Sol sepatu saya ternyata mengkap-mengkap, terbuka seperti mulut buaya menyongsong mangsa. Sepatu ini memang sudah luamaaa tidak saya pakai, dan karena terburu-buru, tadi tidak sempat saya cek kondisinya. Sebenarnya sepatu ini belum terlalu sering saya pakai, sumpah belum lebih dari sepuluh kali. Tapi terlalu lama disimpan (dan tanpa dirawat) rupanya membuat bahannya menjadi getas dan aus, lemnya renggang, dan setelah dipakai beberapa saat, lepaslah lem solnya.

Mati gaya deh saya! Baju, tas dan sepatu sudah matching abis, tapi dengan sol sepatu mulut buaya itu, ancur sudah penampilan saya. Ancur seancur-ancurnya. Saya bukan lagi Miss Matching, tapi missmatching!

IMG_1154

Ihiks … sol sepatu saya tak mau lagi setia pada tuannya …

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »