Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2008

Selamat Tahun Baru 2009

SELAMAT TAHUN BARU 2009


img_03691

Semoga kegagalan di tahun lalu

dapat kita jadikan pelajaran

dan kesuksesan kita jadikan pemicu semangat

Semoga kemalangan berganti keberuntungan

kesedihan berubah menjadi kebahagiaan

dan kesulitan sirna oleh kemudahan

Semoga di tahun mendatang

Tuhan melimpahkan RahmatNya

sehingga kita bisa berkarya lebih baik

beramal lebih banyak

dan beribadah lebih khusuk

Amin

Iklan

Read Full Post »

OMBAK, PASIR, DAN SAPI SUNSET

Apa yang bisa kita nikmati dari hamparan pantai bernama Parangtritis? Ombak yang pecah ke pantai tanpa henti, gumuk-gumuk pasir yang membuat kita merasa seakan berada di gurun pasir Australia atau Afrika, dan panorama sunset yang mempesona.

Saya memotret Parangtritis bersama teman-teman peserta short course fotografi di ADVY (Akademi Desain dan Visi Yogyakarta), bulan April 2007. Jika foto-foto pada postingan ini kelihatan indah, itu bukan karena kepiawaian fotografernya, melainkan karena kameranya yang canggih …. eh, salah : bukan karena kecanggihan kameranya, tapi karena kepiawaian fotografernya …..  eh, salah lagi : bukan karena kameranya yang canggih dan fotografernya yang piawai, tapi karena … kebetulan saja cuaca mendukung ….

Acara hunting foto itu untuk mempraktekkan apa yang sudah kami peroleh di dalam kelas (meskipun setiap minggu sebenarnya sudah ada tugas membuat foto). Misalnya, jika memotret lansekap, sebaiknya horison diletakkan pada sepertiga bagian atas atau sepertiga bagian bawah bidang foto. Jika horison diletakkan di tengah bidang foto, estetika hasil foto kurang bagus. Pada foto di bawah ini, horison saya letakkan pada sepertiga bagian atas. Sayangnya, langit ‘terlalu bersih’, tidak ada mega sama sekali, sehingga tampak seperti layar panggung yang kosong.

Sebagaimana lukisan, foto juga bisa diberi tittle, untuk menjelaskan message yang ingin kita sampaikan.


img_5527

“Menunggu Angin”

(lebih…)

Read Full Post »

PESTA PAUD DAN LANSIA YANG CERIA

Ini kisah seru tentang perayaan Hari Ibu yang saya ikuti. Meskipun agak terlambat, rasanya sayang jika tidak saya ‘laporkan’ kepada teman-teman. Better late than never, ya toh  … ?

Peringatan Hari Ibu ini digagas oleh TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Saka Widya dan warga RW 01 Kelurahan Pakel, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta. Lokasi perayaan hanya sekitar 20 meter dari rumah kediaman Ibu Dyah Suminar. Karena Ibu Walikota tidak hadir (tentunya sedang menghadiri acara yang lebih besar, minimal tingkat provinsi, gitu) maka saya memberanikan diri mewakili (mewakili rakyat, bukan mewakili beliau … haduh, mana berani lah … ).

Acara dengan tema “Ibu Sehat Negara Kuat” ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 21 Desember 2008, melibatkan seluruh warga RW 01 dari balita hingga lansia, bapak-bapak maupun ibu-ibu. Anak-anak membuat berbagai macam makanan dan kerajinan yang akan dijual kepada para tamu. Uniknya, makanan tersebut tidak dibeli dengan uang beneran, tetapi dibayar dengan ‘uang palsu’ yang disediakan panitia. Setiap pengunjung harus membawa buku, mainan, atau apa pun (boleh baru maupun bekas) untuk ditukar dengan ‘upal’ (uang palsu) tersebut. Upal ini tidak memiliki nilai nominal, dan transaksi pembelian boleh dilakukan melalui tawar menawar. Misalnya, sebuah pisang bakar ditawarkan seharga 2 lembar upal, maka saya menawar untuk mendapatkan dua buah pisang seharga 3 lembar upal.


img_0188

Aduh … pisang bakarnya enak banget. Ibu beli dua ya, tapi nawar dulu … (foto : Mahyudin AM)

(lebih…)

Read Full Post »

Selamat Hari Ibu

PERAN PUBLIK YANG DIGESER KE DOMESTIK

Selamat Hari Ibu

Hari ini, sebagaimana yang terjadi setiap tanggal 22 Desember, para ibu di Indonesia disanjung dan dipuja. Peran ibu di muliakan, sosoknya ditampilkan sebagai sumber cinta kasih yang dalam tak berdasar dan luas tak bertepi. Anak-anak mencium tangan dan pipi ibu dengan takzim dan mesra, mengekspresikan cinta dengan mempersembahkan bunga, dan memanjakan ibu dengan membebaskannya dari segala tugas rumah tangga.

How wonderful ….

Tetapi, bagaimanakah sebenarnya semangat para perempuan Indonesia yang dulu mencetuskan lahirnya Hari Ibu?

Hari Ibu ditetapkan untuk memperingati Konggres Perempuan Indonesia I yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Konggres ini diikuti oleh 20 organisasi wanita Indonesia, antara lain Wanita Oetomo, Aisyiyah, Wanita Taman Siswa, Poetri Indonesia, Meisjekring, Wanita Katholik, dan lain-lain. Konggres dipimpin oleh Ny. R.A. Soekanto. Diorama Konggres Perempuan Indonesia I ini dapat dilihat di Benteng Vredeburg, Jl. Malioboro, Yogyakarta, di antara diorama perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah dan menegakkan kemerdekaan.


img_0357

Diorama Konggres Perempuan Indonesia I 22 Desember 1928, di Museum Budaya Benteng Vredeburg Yogyakarta

Keberadaan diorama ini di antara diorama-diorama perjuangan bangsa Indonesia untuk membentuk negara merdeka yang berdaulat,  membuktikan bahwa Konggres Perempuan Indonesia I memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sekaligus juga membuktikan bahwa konggres ini memiliki perspektif kebangsaan, sosial dan kemasyarakatan.

Konggres ini memutuskan antara lain : mendirikan federasi kaum wanita Indonesia bernama Perserikatan Perempuan Indonesia yang berpusat di Yogyakarta, menerbitkan koran, menyelenggarakan beasiswa, dan gerakan-gerakan sosial-kemasyarakatan lainnya.

22 Desember 1928, tepat 80 tahun yang lalu, para perempuan Indonesia sudah demikian maju bergerak. Para ibu kita sudah memikirkan bagaimana agar perempuan bisa memiliki peran dan memberikan andil yang lebih besar dalam masyarakat.  Mengapa sekarang, ketika perempuan lebih bebas mengekspresikan diri, memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkiprah di bidang apa pun, memiliki ilmu dan kemampuan yang tak terbatas, semangat Hari Ibu itu justru ditarik ke wilayah domestik yang sempit?

Hari Ibu di Indonesia tidak sama dengan Mother’s Day di Amerika Serikat, yang memang ditujukan untuk menghormati para wanita sebagai ibu rumah tangga. Hari Ibu di Indonesia memiliki perspektif yang lebih luas, yaitu mengangkat peran perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sayang sekali banyak orang melupakan semangat dasar yang digaungkan para pencetus Konggres Perempuan Indonesia I dulu, dan terjebak dalam seremoni-seremoni serta slogan-slogan yang salah kaprah.

Read Full Post »

DARI MAWAR SAMPAI MELATI


Lihat kebunku, penuh dengan bunga

Ada yang putih, dan ada yang merah

Setiap hari kusiram semua

Mawar melati, semuanya indah


Teman-teman semua pasti tahu lagu itu, kan? Iya, lagu anak-anak yang mungkin pertama diajarkan oleh bunda waktu kita masih balita. Nah, di halaman Caty’s House, saya suka menyanyikan kembali lagu itu.

Di halaman rumah mainan ini saya memelihara berbagai tanaman hias. Tentu saja saya minta bantuan penata taman waktu pertama kali mendandani halaman ini, tetapi beberapa tanaman kemudian mati sehingga saya ganti sendiri dengan tanaman baru, antara lain mawar.

Oh, saya selalu dilanda histeria jika melihat tanaman mawar yang sedang berbunga! Kelopak bunganya yang begitu indah dan warnanya yang cerah membuat saya begitu terpesona pada ‘ratu bunga’ ini. Lagi pula, berbeda dengan bunga lain, mawar memiliki makna romantik yang universal, dan menjadi legenda sepanjang masa bagi seluruh bangsa di dunia.

Lihatlah mawar-mawar saya. Foto-foto ini asli saya ambil dari halaman rumah saya, swear! Mawar-mawar indah ini saya persembahkan untuk sahabat-sahabat saya yang tercinta :

img_08491 img_0268 img_1063

Mbak Dyah                   Mbak Imelda                 Mbak Edratna

img_0273 img_0850 img_1069

Mbak Yulis                  Mbak  Ely (Jrmn)          Mbak Tanti

img_0466 img_0271 img_0274

Ayik &  Ernut                         Yessy                       Lala

img_1059 img_0851 img_10681

Elindasari                          Idawy                             Dewifatma

img_08463 img_0766 img_0764

Mamavino                         Yu2n                          Donapiscesa

img_0272 img_0267 img_08341

Retie                               Yoga                          Zahliy

img_0270 img_10671 img_07763

Mbak Silly                          Lisa & Ly                  Mbak Prameswari

img_0752

Rumpun mawar ini untuk semua saja yang mohon maaf mungkin belum saya sebut namanya, dan para ‘silent readers’. Silahkan ambil sendiri-sendiri ….

Jika ada di antara sahabat-sahabat yang tidak cocok dengan pilihan bunga dari saya, silahkan saling tukar sendiri …. hehehe. Untuk para bloger pria tidak saya persembahkan bunga mawar, soalnya lucu dan aneh kalau pria diberi bunga (pantesnya sih diberi jangkrik ….. qiqiqi ….  oh nggak, para blogerwan dikasih pacul  aja … maksudnya buat nanam mawar, gitu … ).

(lebih…)

Read Full Post »

Ditinggal Suami

Warning : posting ini narsis dan nggak penting banget, jadi teman-teman yang nggak siap sebel, saya persilahkan dengan hormat untuk membaca tulisan lain yang lebih bermutu …

ENJOY IN ALONE …

Sendiri lagi. Ya, saya sendiri lagi. Suami saya pergi, meninggalkan saya. Maka saya menjalani hari-hari dengan diri saya yang cuma sebatang ini. Di rumah sendiri, makan sendiri, tidur sendiri, bangun sendiri, nonton teve sendiri, dengerin musik sendiri, baca buku sendiri, nge-blog sendiri, ngomong sendiri, nyanyi sendiri … (hoho …  lama-lama kok sinting)

Biasanya, tiap pagi saya sibuk menyiapkan pakaian suami saya, menyetrikanya sendiri. Soalnya di dunia ini tidak ada tukang setrika baju yang sebaik saya. Baju harus liciiin … cin, lipatan lengan harus rapi. Mencarikan sapu tangan dan kaos kaki yang warnanya serasi dengan baju. Sepatu dan ikat pinggang  …. oh ya, juga pulpen, arloji dan cincin. Semua harus matching. Kalau hari itu pakaian suami saya casual, maka ikat pinggang, sepatu dan arlojinya juga yang rada gaul. Tapi kalau bajunya formal, perlengkapan lain pun juga harus kinyis-kinyis. Sampai hape pun harus matching lho, sumpe …

Terus nyiapin sarapan. Telur ayam kampung tiga per empat matang (catat : tiga-per-empat, bukan setengah matang). Kalau telur itu dari dalam kulkas, cemplungin ke air mendidih tiga setengah menit. Kalau tidak dari kulkas, cukup tiga menit. Dijamin mateng tiga per empat. Putihnya masih lunak, kuningnya yang paling dalam sedikit cair. Lalu membuat jus dari buah apel segar. Nyiapin suplemen vitamin yang banyaknya lima macam. Nyusun halaman dan nyeteples dua koran pagi, Kompas dan Kedaulatan Rakyat.

Nah, karena suami saya pergi, tidak ada yang perlu saya lakukan ….

Okey, whatever happen, let’s cheer up the life!


img_1099

Cuit cuit si burung prenjak dan miaow si pus membuat hari saya cerah!

(lebih…)

Read Full Post »

EYE FOR EYE, TOOTH FOR TOOTH ….

Anda kenal Raja Hammurabi dari Babylonia?  Ya iyalaah …  maksud saya tahu ceritanya gitu …  bukan kenal langsung sampai punya nomor hape,  account e-mail, atau tercatat di face book …

Raja Hammurabi adalah orang hebat (ada juga yang mengatakan ‘gila’) yang menciptakan “Code of Hammurabi” atau Hukum Hammurabi, salah satu dari beberapa hukum tertulis yang dibuat beberapa ribu tahun yang lalu. Sebelum ada hukum tertulis, titah raja berlaku sebagai hukum, sehingga tidak ada standar yang sama dan mengikat untuk seluruh rakyat. Code of Hammurabi ini menjadi dasar bagi berbagai aturan hukum yang berlaku di dunia modern saat ini.

Oke, kita kenalan dulu yuuk dengan Pak Hammurabi. Saya kenal Hammurabi pertama kali pada mata kuliah Aspek Hukum di Bidang Konstruksi. Salah satu hukum Hammurabi yang berkaitan dengan bidang konstruksi berbunyi demikian :  “Tukang batu yang membuat rumah, dan rumah itu ambruk sehingga menewaskan penghuni yang ada di dalamnya, maka tukang batu tersebut harus dihukum mati”. Holoh, holoh ….

Hukum yang ‘mengerikan’ tersebut sesungguhnya memiliki filosofi tentang jaminan mutu dan profesionalisme, dimana setiap orang harus memiliki profesionalitas dalam bekerja, dan bertanggungjawab atas hasil pekerjaannya.

wajah-hammurabi

(lebih…)

Read Full Post »

Older Posts »