Caty’s House muncul di TV, bener-bener televisi yang bisa ditonton orang se Indonesia (bahkan se dunia), bukan sekedar di T(uti Nonka) V(eranda) !
Alkisah, pada suatu siang hp saya klinong-klinong. Nomoryang muncul di layar hp tidak saya kenal. Dulu, sebelum Caty’s House go public, telepon dari nomor yang tidak saya kenal insya’allah tidak saya angkat (aduh, ma’aaaf … soalnya sering yang telepon ternyata sales yang nawarin ini-itu
). Tapi sesudah Caty’s House menjadi incaran banyak orang (cieee …
), saya selalu mengangkat call di hp saya, karena siapa tahu yang menelepon adalah calon tamu yang akan reservasi.
Begitulah, ketika saya angkat, ternyata yang menelepon adalah Mbak Evri dari TRANS TV, mengatakan ingin meliput Caty’s House untuk program Bingkai Berita yang ditayangkan setiap hari jam 13.00. Caty’s House diliput TRANS TV? Horee …. *lompat-lompat, salto depan balik belakang*
Tapi saya nggak langsung percaya. Maklumlah, hari gini … Siapa tahu itu telepon iseng yang cuma mau bikin saya kelimpungan. Lagipula saya masih heran, apa menariknya Caty’s House sehingga TRANS TV berminat untuk meliput? Maka saya lalu menelepon kantor TRANS TV di Jakarta, untuk melakukan check and recheck. Sayangnya telepon kantor TRANS TV tidak pernah ada yang mengangkat, sehingga akhirnya saya bersiap diri saja dan percaya sepenuhnya pada Mbak Evri.
Mbak Evri yang ramah, lucu, dan centil
So, apa yang membuat Mbak Evri tertarik pada Si Caty? Ternyata oh ternyata …. karena ada Chef Ata yang kiyut
. Tema yang akan diangkat dalam Bingkai Berita episode tersebut adalah alternatif tempat menginap yang unik di Yogya. Caty’s House menjadi unik, karena sebagai sebuah home stay, Caty’s House adalah satu-satunya (paling tidak yang sudah ketahuan) memiliki chef. Makasih Ata … (wah … pasaran Ata bakal melejit nih
)
Hari Rabu 23 November, sebagaimana yang kami sepakati lewat telepon, crew TRANS TV, datang ke Caty’s House. Mereka adalah Mbak Evri sebagai reporter, Mas Nedi kamerawan, dan Mas Wawan pembantu umum. Saya langsung terkesan pada sikap mereka yang friendly, tak ada kesan arogan sedikitpun, secara mereka dari stasiun televisi terkenal ….
Sebelum menyantap masakan Chef Ata, poto-potoan duluu …
Nah, karena Caty’s House adalah homestay, tentu tidak afdhol kalau tidak ada tamu yang menginap. Padahal hari Rabu itu Caty’s House sedang kosong, tamu baru akan check-in hari Sabtu. Gimana nih? Mbak Evri meminta agar saya mengundang keluarga atau teman sebagai tamu. Kalau bisa satu keluarga besar komplit dengan anak-anak. Otak saya langsung men-scan profil keluarga dan teman yang cocok untuk tampil di layar kaca. Hanya butuh waktu beberapa detik, saya langsung menemukan keluarga yang pas : keluarga Uda Vizon. Anaknya banyak (empat loh …
), Uni Icha akrab dengan saya, dan Uda Vizon sudah dikenal luas sebagai salah satu blogger narsis, bersaing ketat dengan saya :D
Sayangnya … (lho, ada sayangnya juga), hari itu Uda Vizon ternyata baru dalam perjalanan dari Bengkulu, waktunya tidak akan ngejar untuk syuting. Setelah dilakukan musyawarah mufakat dengan tim TRANS TV, akhirnya diputuskan untuk melakukan syuting pada hari Jum’at, menunggu sang bintang tamu punya waktu. Hebat nggak sih Uda Vizon ini, sampai bisa membuat tim TRANS TV menunggu
.
Silahkan dinikmati welcome drink ala Caty’s House, pasti suegeer …
Waao … Fatih benar-benar menikmati empuknya kasur Caty’s House
Bintang utama yang sebenarnya tentu saja Chef Ata. Pengambilan gambar dilakukan pada saat Ata menyiapkan masakan. Menu yang disiapkan adalah baked rice dan soup meat broccoli. Hari Rabu Ata sudah menyiapkan spaghetti bolognese, sehingga hari Jum’at diputuskan untuk memasak yang lain agar kami yang bakal menjadi pencicip bisa menikmati berbagai variasi kelezatan masakan Ata.
Yaelah …. Mas Nedi, memang harus sedekat itu ya kameranya?
Yang akting kamerawannya atau chefnya nih?
Astaga … sang chef ditodong senapan mesin!
Uhuuuy … Ata masuk tipi, didampingi reporter cantik pula
Ready? Rolling … action … cut!
Pengambilan gambar memakan waktu cukup lama. Hari Rabu mulai jam 16.00 sampai jam 18.00, dan hari Jum’at mulai dari jam 13.00 sampai sekitar jam 17.00. Setiap adegan diulang minimal tiga kali. Sudah akting dan bicara macem-macem, eh … diminta mengulang lagi. Yeah, lupa deh, tadi ngomong apa saja … hihi. Akhirnya improvisasi saja, tiga kali pengambilan gambar, ngomongnya beda-beda semua
Untuk durasi tayangan yang hanya 3 – 4 menit, pengambilan gambarnya membutuhkan waktu sedemikian lama. Menyiapkan masakannya pun cukup ribet. Ternyata kerja kreatif di media layar kaca tidak mudah. Rekaman aslinya sebenarnya cukup panjang, banyak scene yang diambil, tapi karena keterbatasan durasi, akhirnya yang ditayangkan di televisi hanya sebagian kecil saja.
Foto bareng usai kerja keras 6 jam …
Tayangan di layar kaca TRANSTV sudah muncul pada hari Selasa, 6 Desember 2011. Bagi teman-teman yang tidak sempat menonton tayangan tersebut, atau penasaran pengen lihat kembali akting bintang-bintang dadakan yang super narsis ini, jangan khawatir, silahkan menonton rekamannya di blog sang bintang tamu di sini (makasih ya Uda …
)
Jujur, sebenarnya saya agak kurang puas, karena banyak sekali gambar yang terpotong. Keindahan Caty’s House tidak tampil maksimal (jiaah … ini mah sombong dan congkak pol *jitak kepala sendiri* ). Papan nama Caty’s House bahkan tidak tertampilkan. Begitupun saya sangat berterimakasih pada TRANS TV, yang sudah mengiklankan Caty’s House secara gratis-tis. Kalau memasang iklan dengan durasi 3 menit, tarifnya bisa ratusan juta loh! Sekali lagi, terimakasih Mbak Evri, terimakasih Mas Nedi, terimakasih TRANS TV.
Sekedar info, untuk liburan akhir tahun (18 Desember s/d 7 Januari) Caty’s House jauh-jauh hari sudah booked. Banyak sekali permintaan reservasi melalui telepon, sms, maupun email yang terpaksa kami tolak. Saya ikut menyesal juga ketika calon tamu kecewa tidak bisa menginap di Caty’s House. Habis gimana, Si Caty cuma ada satu, yang ngelamar banyak
. Akhirnya berlaku hukum ‘siapa cepat dia dapat’. Semoga saya dan Ata bisa memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada para tamu, karena bagi kami kepuasan tamu adalah nomor satu (swear ini beneran bukan iklan … )














































